Pada kesempatan kali ini kami akan membahas dan merangkum panduan
cara memilih niche dan keyword terbaik
untuk blog / website. Nah, melalui
tulisan ini kami ingin berbagi bagaimana memilih niche yang baik dan
benar. Tentu saja, ini bersifat subyektif, sebab berdasarkan pengalaman pribadi kami sendiri.
Apakah Kamu Melakukan Hal yang Sama?
Nyatanya, memposting berbagai ide secara acak, tidak
akan banyak membantu untuk mengembangkan blog Kamu mencapai level lebih tinggi. Tetapi, sebelum kita membahas lebih jauh, kami ingin
mengajukan satu pertanyaan:
“Bagaimana Kamu mengartikan blogging itu sendiri?
Menulis konten untuk mesin pencari, memasang iklan semisal Adsense,
mengharapkan klik iklan dari pengunjung, lalu mengharapkan mengalir uang banyak
dari Adsense?”
Apakah seperti itu? Apabila Kamu mengartikan ‘blogging’
seperti itu, maka Kamu boleh berhenti membaca tulisan kami sampai di sini, sebab
kami bukan orang yang tepat untuk
memberi panduan kepada Kamu.
Alasan kami menyampaikan hal ini, merupakan sebab pengalaman kami selama blogging merupakan
melakukan banyak hal:
- Memilih niche yang kuat
- Menulis konten yang berkualitas
- Menyaapabilan konten dalam format lain (seperti video)
- Mengindentifikasi sumber trafik potensial untuk niche yang dipilih
- Mencari trafik dari sumber yang belum tersentuh
- Membangun brand dan nama blog, dan
- dan memilih sumber penghasilan alternatif (kita semua ingin menbisakan uang bukan?)
Bagaimana?
Apabila Kamu mempunyai ‘pemikiran’ yang sama, kami berharap
kita bisa melanjutkan pembahasan ini bersama-sama dan jalan bareng mencapai
kesuksesan.
Sebuah saran yang tidak berguna!
Apabila Kamu pernah membaca beberapa postingan blog tentang
tips memilih sebuah niche untuk memulai membangun sebuah blog, kami
yakin minimal Kamu pernah menemukan tips-tips berikut ini:
Gunakan Google Adwords Keyword Tool (sekarang
telah diganti dengan Keyword Planner) atau alat riset keyword lainnya.
Melakukan analisa terhadap thread terbaru mengenai
topik tersebut pada forum-forum terkemuka.
Memeriksa suatu keyword di Google Search,
apakah ada cukup pengiklan terhadap keyword tersebut.
Sekilas, 3 tips di atas tampak oke untuk dijalankan. Tapi,
ketika kami bertanya kepada mereka yang menyarankan tips ini, apakah mereka
melakukannya dulu sewaktu memulai blogging? Kebanyakan dari mereka, anehnya
menjawab: tidak!
! Bagaimana bisa saran tersebut bisa mengantarkan
kesuksesan? Apabila bahkan mereka sendiri tidak melakukannya!
Sungguh menurut kami sebuah tips yang tidak berguna. Dan
kami: sangat, sangat, sangat tidak menyarankan tips tidak berguna tersebut!
Lalu, bagaimana cara yang benar untuk memilih sebuah niche?
Kami harap Kamu ikuti uraian berikut dengan seksama. Hampir
di setiap artikel yang pernah kami baca tentang cara memilih sebuah niche,
semua merupakan melulu tentang ‘gairah’. Tentang Passion!
Semua blogger senior mengatakan: Kamu harus
memilih niche yang Kamu bergairah di dalamnya. Dimana Kamu
bersemangat, Kamu berantusias tinggi, Kamu sangat meyukai topik tersebut. Dan
memang, dalam banyak hal, ini merupakan benar.
Mengerjakan sesuatu yang Kamu sangat bergairah di dalamnya,
sesuatu yang begitu Kamu sukai, pastinya akan memberikan hasil akhir yang luar
biasa.
Apabila saat ini, Kamu telah mempunyai gairah terhadap suatu
topik atau nichetertentu, maka Kamu tidak lagi butuh melanjutkan membaca
artikel ini sampai tuntas.
Mari kita ambil contoh, misalnya Kamu benar-benar sangat
menyukai kucing peliharaan Kamu, maka Kamu sungguh tidak butuh riset apapun
untuk memulai blogging. Kamu bisa segera membuat blog mengenai segala hal
tentang kucing peliharaan Kamu, beserta segala aspeknya. Atau contoh lain.
Misalkan Kamu sangat menyukai kegiatan bersepeda, maka Kamu bisa segera memulai
blogging tentang itu.
Kesimpulannya: apabila Kamu telah mempunyai gairah,
kecintaan, kegemaran, semangat, terhadap suatu topik tertentu, maka Kamu tidak
perlu melakukan pencarian apapun!
Tapi tunggu dulu! Kami tahu (sebab kami juga mengalaminya), betapa sulitnya bagi
kebanyakan orang untuk menemukan suatu topik, dimana kita mempunyai gairah yang
cukup di bidang itu dan segera memulai membangun blog. Tak hanya itu, apakah benar gairah dan kecintaan luar biasa
dalam suatu hal, merupakan satu-satunya cara sukses membangun blog?
Mari kita lanjutkan pembahasan. Kami anggap Kamu, saat ini, merupakan
orang yang belum mempunyai gairah yang cukup untuk memulai blogging (mohon
maaf dengan asumsi kami ini). Tetapi, apabila Kamu masih membaca tulisan kami
sampai sejauh ini, kami harap kesimpulan kami bisa menjadi penuntun yang benar
untuk menemukan niche Kamu. Niche terbaik yang ingin Kamu
geluti. Nah, inilah langkah-langkah yang perlu Kamu lakukan secara runut.
1. Jangan mencari gairah, cukup ciptakan saja gairah untuk belajar
Apabila saat ini, Kamu belum mempunyai topik yang Kamu
bergairah di dalamnya, Kamu tetap bisa sukses dan menjadi blogger
profesional. Dari pengalaman kami pada saat memulai blogging, seperti yang
telah kami singgung di atas, kami tidak mempunyai topik yang benar-benar
membuat kami bersemangat di dalamnya. Sebab nya, memang terbukti kami gagal.
Lalu bagaimana kami menemukan jalan keluar dari kebuntuan
itu dan memulai PortalUang? Inilah yang kami lakukan; kami menciptakan
gairah untuk belajar segala sesuatunya!
Ya, hanya itu. Satu hal yang sangat sederhana, tetapi sangat
efektif. Satu hal yang bisa meningkatkan trafik 1000%, bila dibandingkan
dengan blog-blog kami sebelumnya.
Satu hal lagi. Apabila Kamu bisa terus menjaga gairah
mempelajari segala sesuatunya, maka Kamu bisa memilih topik apapun yang Kamu
inginkan! Sebab dengan terus
menambah pengetahuan di satu bidang tertentu, maka otomatis Kamu akan mampu
menyaapabilan konten yang luar biasa., konten yang menginspirasi, konten
yang dicari banyak orang.
Dalam kasus kami sendiri. Pada awalnya kami tidak mempunyai
pengetahuan yang memadai tentang Google Adsense, meskipun kami telah
menjalankan Adsense jauh sebelum membuat blog PortalUang. Tentu saja, akibatnya
kami gagal menbisakan hasil maksimal dari situ.
Kemudian kami memutuskan, menciptakan gairah untuk
belajar banyak tentang Adsense, lalu menerapkannya dan menyampaikannya kembali
kepada orang lain melalui blog ini.
Hasilnya, penghasilan Adsense kami naik lebih dari 50 kali
lipat dari sebelumnya. Begitu pula halnya mengenai topik Youtube, dan
topik blogging for money secara umum.
Mungkin ada satu pertanyaan di benak Kamu saat ini:
Apakah mempunyai gairah untuk mempelajari satu topik tertentu bisa membuat kami
sukses di topik yang sebelumnya tidak begitu kami sukai? Apakah dengan itu, menjamin
kami bisa menyaapabilan tulisan secara konsisten? Jawabannya merupakan:
Ya. Kamu bisa!
Pada tulisan berikutnya, Insya Allah kami akan membahas
mengenai cara menulis konten pada topik yang sebelumnya tidak begitu kita
sukai. Tapi, untuk hari ini, cukuplah Kamu membuat pilihan menentukan topik
blog Kamu.
Bagaimana?
Kami berharap, sekarang Kamu tidak lagi bingung dan takut
untuk memilih sebuah topik yang sebelumnya Kamu tidak begitu menyukai atau
bergairah di dalamnya. Katakanlah pada diri sendiri, mulai saat ini, hanya
dengan bekal gairah, semangat dan kecintaan untuk terus belajar, kami bisa
sukses menjadi blogger profesional. Sampai disini, berarti Kamu telah
menyelesaikan 25% tahapan dalam memilih niche blog Kamu dengan benar.
2. Membuat daftar topik
Sekarang saatnya membuat daftar topik. Tulislah 5 – 10 topik
tertentu. Tidak perlu terburu-buru. Bila perlu, habiskan waktu 2 – 3 jam untuk
melengkapi daftar topik Kamu. Memang butuh sedikit ‘perjuangan’ untuk membuat daftar lebih
dari 3 – 4 topik. Kenapa? Sebab , setiap kali Kamu memilih sebuah topik, otak Kamu
langsung berpikir bahwa Kamu sedang memilih topik untuk tujuan blogging,
sehingga Kamu lalu berpikir, nanti darimana kami belajar tentang ini, apakah
nanti kami bisa konsisten menulis, dan sebagainya. Itu salah! Ini merupakan penghalang pertama bagi
keberhasilan Kamu. Kamu harus bebaskan pikiran. Kamu saat ini hanya perlu
memilih topik saja. Tidak perlu memikirkan dulu tentang blogging!
Oke, sekarang cobalah untuk lihat sekeliling Kamu. Lihat
acara TV favorit Kamu. Lihat website yang paling Kamu sukai, dan lain
sebagainya. Buatlah daftar topik dari apa yang Kamu lihat tadi. Tulislah semua
topik yang menurut Kamu mungkin populer dan menarik. Dan, mungkin daftar
topik Kamu akan seperti ini:
Dari hasil melihat sekeliling diri Kamu sendiri:
1. Hewan peliharaan kesukaan Kamu
2. Perabotan rumah tangga
3. Handphone (gadget)
Dari hasil melihat websites atau blog favorit:
4. Facebook
5. Youtube
6. Portal Uang?
Dari hasil melihat apa yang Kamu cari terakhir di Google:
7. Bagaimana menghilangkan jerawat?
8. Video lucu?
Atau Kamu keluar rumah, dan Kamu menbisakan topik:
9. Mobil dan Sepeda
10. Berkebun
Sekarang, Kamu sudah mempunyai daftar 10 topik, hanya dengan
cara melihat sekeliling dan sedikit pikiran kreatif.
Nah, sampai di sini, Kamu telah mencapai 50% proses
memilih niche blog Kamu.Selamat, saatnya membuat teh hangat untuk
menyegarkan badan,
3. Mempersempit topik Kamu
10 topik yang telah Kamu pilih tadi, kami yakin masih
terlalu lebar, terlalu luas. Kamu akan mengalami kesulitan untuk memenangkan
‘persaingan’ dengan mengangkat topik yang terlalu melebar.
Kamu butuh keahlian dan semangat lebih untuk sukses blogging dengan
topik yang lebar dalam waktu singkat. Dan kami berani memastikan, apabila Kamu
mempunyai keahlian lebih (juga gairah lebih tentunya), maka Kamu tidak
butuh persiapan apapun untuk memulai blogging. Tidak pula perlu menghabiskan
waktu berjam-jam hanya untuk membuat daftar topik. Bukan begitu?
Jadi sekarang, Kamu perlu dan harus mempersempit daftar
topik Kamu tadi. Semakin spesifik dan mengerucut topik Kamu, semakin
lempang jalan meraih sukses dalam blogging.
Lalu, bagaimana cara mempersempit topik tadi?
Sebagai contoh, dari daftar diatas, akhirnya Kamu memilih
topik handphone (gadget). Apabila Kamu menulis tentang gadget secara umum,
maka Kamu akan kesulitan menbisakan pembaca setia. Tapi, sebelum Kamu
melakukannya, mungkin Kamu akan berpikir:
“Apabila kami mempersempit topik, maka kami nanti tidak akan
menbisakan pengiklan secara maksimal, sebab lebih sempit jangkauannya. Dan itu berarti
potensi penbisaan kami akan berkurang.”
Masih ingat ‘penghalang pertama’ di atas?
Nah, ini merupakan penghalang kedua yang akan membatasi
Kamu. Kami berani bertaruh, apabila pun Kamu ngeblog dengan
topik yang melebar, tidak spesifik, penghasilan Kamu tidak akan lebih besar,
bahkan apabila dibandingkan dengan penghasilan terendah, apabila Kamu blogging
dengan topik yang spesifik. Apabila Kamu membaca banyak artikel-artikel kami
sebelumnya, Kamu akan mudah menemukan jawabannya.
Jadi?
Ya Kamu harus mempersempit topik yang Kamu pilih. Sekali Kamu
telah memulai blogging dengan topik yang sempit selama 3 – 6 bulan pertama,
maka pembaca setia Kamu ingin tahu lebih jauh tentang diri Kamu.
Nah, pada saat itu lah, Kamu bisa memperluas topik Kamu
sedikit demi sedikit secara perlahan.
Mari kita lanjutkan!
Dari 10 daftar topik di atas, kami mencoba untuk
mempersempitnya. Membuatnya lebih spesifik lagi. Contohnya seperti ini:
1. Hewan peliharaan kesukaan Kamu > Kucing
2. Perabotan rumah tangga > Televisi, atau lebih
sempit lagi > HD Televisi, LED Televisi
3. Hanphone (gadget) > Samsung (merk
pabrikan handphone), Telkomsel(operator selular)
4. Facebook > Membuat, desain, promo fanpage
facebook untuk blogger
5. Youtube > Pemasaran produk melalui Youtube
6. Portal Uang > Sukses menjalankan afiliasi
7. Bagaimana menghilangkan jerawat? > Mencegah,
mengobati jerawat dengan herbal
8. Video lucu? > Bayi lucu > Kejadian kecelakaan
lucu
9. Mobil dan Sepeda > Kegiatan bersepeda
10. Berkebun > Mesin pemotong rumput
Kamu bisa meneruskan membuat sub-topik lainnya, yang lebih
sempit dan lebih spesifik.
Sudah? Bagus sekali, berarti Kamu telah menyelesaikan
75% proses pemilihanniche blog Kamu. Yuk, kita lanjutkan.
4. Membuat pilihan akhir
Saatnya Kamu memutuskan pilihan terbaik. Di tahap ini ada 2
hal yang mesti menjadi pertimbangan, yaitu:
1. Ketersediaan konten dari masing-masing topik yang dipilih
Ketika Kamu memilih sebuah topik, tidak perlu mempertimbangkan seberapa populer
topik tersebut. Kami melakukan eksperimen hal ini pada PortalUang, dengan
mengawali menulis 2 topik berbeda, yaitu topik Google Adsense dan Youtube.
Keduanya merupakan topik yang sangat populer.
Pertama 30 hari pertama, kami menulis tentang menbisakan
uang dari Adsense. Kemudian kami lanjutkan dengan menulis tentang menbisakan
uang dari Youtube hanya dalam waktu 5 hari!
Bagaimana hasilnya? Ternyata rata-rata kunjungan dari search
engine (Google)pada topik Adsense (yang 6 kali lipat lebih banyak
menghabiskan waktu) sama dengan kunjungan pada artikel dengan topik
Youtube. Terdengar aneh? Dua-duanya merupakan topik yang sangat populer. Tapi, ada
perbedaan besar dalam kunjungan dari Google.
Kenapa bisa begitu?
Setelah kami meneliti lebih jauh, akhirnya kami menemukan
alasan yang masuk akal di sini, yaitu: perbandingan antara ketersediaan
konten yang ada terhadap suatu topik tertentu dengan banyaknya permintaan
terhadap konten tersebut. Dan nyatanya, Google Adsense mempunyai ketersediaan sumber
yang sangat banyak, baik berupa artikel atau pun video. Sehingga agak sulit
untuk memenangkan persaingan.Sebaliknya, masih sedikit yang menyediakan sumber
referensi tentang menbisakan uang dari Youtube, jadi tidak aneh dalam waktu 1
minggu, artikel ‘menbisakan uang dari Youtube’ memberi trafik cukup
besar, dan berhasil nongkrong di posisi puncak pencarian Google.Nah, kesimpulannya: buatlah analisa topik mana yang mempunyai
ketersediaan paling sedikit. Lalu, pilihlah topik tersebut untuk memulai
blogging.
2. Bagaimana cara Kamu menghasilkan uang dari blog?
Ini faktor kedua, yang menjadi pertimbangan dalam menentukan pilihan akhir
dalam memilih topik blog. Apakah Kamu berencana membuat dan menjual e-booksetelah
sukses blogging dalam 6 bulan ke depan? Apakah Kamu berniat mengeluarkan produk
fisik untuk dijual? Atau Kamu hanya ingin menjalankan bisnis afiliasi? Atau
mungkin Kamu ingin ingin meraih pengiklan langsung di blog Kamu?
Tentukan metode yang akan Kamu gunakan untuk menbisakan uang
dari blog, kemudian tentukan niche mana yang memberikan peluang lebih
besar untuk tujuan tersebut. Sebagai contoh, apabila Kamu berniat menjual produk fisik,
maka Kamu bisa menulis tentang ‘kucing dan pembelian, stok dan alat bantu untuk
kucing yang cacat’, misalnya.Apabila Kamu lebih memilih menggunakan periklanan
model PPC, Kamu bisa memilih untuk blogging dengan topik merk gadget tertentu. Apabila
ingin menjalankan afiliasi, maka Kamu bisa memilih blogging tentang
produk-produk online mereka.
Nah, apabila Kamu telah menyelesaikan tahap ini, maka selesai
sudah 100% tahapan dalam memilih niche blog Kamu. Jangan terlalu
membuat proses ini menjadi sesuatu yang sulit. Kerja keras Kamu nanti, pada
gilirannya akan menentukan kesuksesan Kamu dengan sendirinya. Apabila saat ini, Kamu telah mempunyai blog, dan terlanjur
mempunyai beberapa artikel yang ‘tidak sukses’, buang saja. Ganti dan mulailah
fokus dengan topik yang barusan Kamu pilih. Atau pun mungkin saat ini Kamu mempunyai
cukup banyak artikel ‘tidak sukses’, dan Kamu ingin tetap mempertahankannya,
itu tidak jadi masalah, Kamu tetap bisa melanjutkannya dengan topik spesifik
yang baru Kamu tentukan tadi..
Kesimpulan akhir
Jangan memilih topik yang ‘mudah’ untuk ditulis setiap
harinya, yang tidak ada tantangan untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan.
Sebab , apabila yang Kamu saapabilan sesuatu yang ‘terlalu mudah’, maka tidak
ada nilai lebih yang diberikan kepada pembaca.
Kami pun tidak menulis panduan ini untuk mereka yang (maaf) ‘malas’
dan ingin kerja sedikit saja. Blogging sungguh membutuhkan kerja keras. Bahkan
jujur kami katakan, mungkin blogging merupakan pekerjaan paling berat, paling
melelahkan dan paling banyak menyita waktu yang pernah kami jalani.
Akhir kata, kami ingin mendengar pengalaman Kamu semua
tentang pokok bahasan tulisan ini. Atau mungkin Kamu mempunyai tips dan
strategi yang lebih baik? Silakan berbagi melalui kolom komentar. Sukses
untuk kita semua.
0 Response to "Panduan Cara Memilih Niche dan Keyword Terbaik Untuk Blog / website"
Posting Komentar